Message In The Bottle
September 9th, 2007 by mbambest-motSekedar jadi pengingat link buat donlot YM…
http://us.dl1.yimg.com/download.yahoo.com/dl/msgrX/us/ymsgrXus.exe
aku agak yakin kalau X adalah versi YM-nya.
The Police - Message In The Bottle
Sekedar jadi pengingat link buat donlot YM…
http://us.dl1.yimg.com/download.yahoo.com/dl/msgrX/us/ymsgrXus.exe
aku agak yakin kalau X adalah versi YM-nya.
The Police - Message In The Bottle
Bagaimana cara menyiksa orang dengan cara yang paling menyakitkan?
Pertanyaan itu sering kali muncul di benakku saat sedang melamun. Pernah terpikir untuk sebuah jawaban, mendera seseorang dengan pukulan setiap saat setiap menit. Belakangan aku pikir itu bukan cara yang tepat. Suatu kali aku pernah berpikir, seseorang dibius dengan dosis yang ringan dan kemudian seluruh tubuhnya dikuliti perlahan-lahan dan dilanjutkan bahkan pada saat efek bius itu mulai hilang atau bahkan hilang sama sekali.
Kemudian terpikirkan untuk membungkus kepala seseorang dengan sebuah plastik besar transparan dan mengikat kuat di bagian lehernya sehingga bungkusan kepala itu benar-benar terisolasi. Kedua tangan orang itu kemudian diborgol di sebuah tiang di tengah lapangan sehingga saat matahari sedang tinggi, dia bakal kepanasan.
Saat itu aku merasa telah menemukan jawabannya. Sayang gak berapa lama aku juga tidak puas.
"Pasti masih ada cara yang lebih seru lagi!"
Suatu saat, aku sedang "pup" di wc kantor dan seperti sebuah pencerahan aku menemukan sebuah jawaban yang aku pikir saat ini begitu cemerlang tapi ini juga mungkin bakal bersifat sementara. Cara yang ku pikirkan saat itu pernah ku pikirkan saat masih SD dulu…tapi…apa mungkin ya?
Yang perlu ku lakukan adalah, membuat sebuah bola raksasa. Ruang bagian dalamnya berdiameter minimal 30km. Diding bagian dalamnya diwarnai putih dan dapat berpendar. Warna putihnya harus benar-benar putih, kalau perlu lebih putih dari iklan SURF. Dan dinding dalam itu, sama sekali tidak boleh menampakkan tekstur sambungan. Bola itu ditopang di dalam bola lain yang lebih besar. Matriks ruang antara bola diberi cairan agar bola di bagian dalam dapat berputar. Diusahakan sebisa mungkin, bola di bagian dalam mempunyai fungsi giroskop sehingga saat ada perubahan pusat massa sedikit saja, bola itu akan segera menyesuaikan diri. Hasilnya, pusat massa bola itu selalu di bawah. Kemudian, syarat yang lain lagi, ruang sel putih itu haruslah kedap suara dan bersuhu kamar.
Orang yang disiksa dimasukkan ke dalam sel putih tersebut dan didukung dengan makanan dan lain-lain secara berkala. Intinya, orang itu harus tetap dipertahankan untuk hidup di dalam sel putih itu.
Aku hanya bisa membayangkan, orang itu akan melihat sekitarnya berwarna putih, terang, tanpa batas. Dia tidak pernah tahu seberapa besar ruang itu karena setiap kali berjalan, dia tak pernah sampai di ujung ruangdan juga karena efek giroskop bola. Tidak tahu arah karena semua arah terlihat sama. Dia hanya tahu orientasi relatifnya terhadap atas dan bawah, karena masih bisa merasakan gravitasi. Yang dia lihat sebagai warna hanyalah tubuhnya dan makanan yang mungkin ditemui disekitarnya sebagai daya dukung hidupnya. Setiap hari hidupnya adalah "Putih!"
Pada beberapa waktu kemudian, dia akan terserang rasa sendiri yang begitu luar biasa. Sulit tidur karena suasana yang begitu terang. Aku juga punya asumsi, bahkan orang yang dikatakan gila pun bakalan "edan" dan semakin "gendeng" di dalam ruang itu.
Aku berpikir, efek yang sama tidak akan terjadi jika ruang itu dibiarkan gelap sejadi-jadinya. Justru karena gelap dan senyap itu, seseorang akan mengistirahatkan hampir semua indranya.
Kembali ke sel bola putih…
Mari kita bayangkan bersama!
Live - Selling The Drama
cerita tentang Laut Tinggi dan Laut Rendah
Rumahku di Pulau Oval. Tidak oval benar memang, lebih mirip belah ketupat malah.
Di Utara pulau ada Laut Tinggi. Di Selatan ada Laut Rendah. Keduanya bertemu di
Timur dan Barat pulau.
Selain pulau kami, karena aku memang tidak hidup sendiri, Laut Tinggi dan Laut
Rendah dipisahkan oleh garis hitam yang panjang sekali. Itu kalau tampak dari
atas, kalau kau sejajar dengan pulau, maka yang kau lihat adalah sebuah jalan
setapak yang nyaris serata air di Laut Rendah dengan tebing di sisi Laut Tinggi.
Ke arah Timur, adalah jalan ke daratan utama. Perlu dua minggu berjalan kaki
untuk sampai di daratan utama. Aku pernah ke sana beberapa kali, menemani Bapak
membeli beberapa kebutuhan orang-orang desa di Pulau Oval. Daratan utama begitu
luas, sampai-sampai tepi-tepi daratan yang lain tidak terlihat. Di daratan utama
ada banyak kota. Yang terdekat adalah Kota Lupi, hanya dua hari dari ujung jalan
setapak.
Ke Barat, entah ke mana. Satu pun penduduk pulau
tidak tahu ke mana arah jalan itu kecuali satu orang, si Tua Pocci, itu juga
kalau dia masih hidup. Hanya si Tua Pocci yang berani berjalan ke Barat lebih
dari dua minggu tapi sampai sekarang dia belum kembali!
Pantai di pulau kami di sisi Laut Tinggi selalu berlangit cerah dan berangin
kencang. Untuk ke sana, kami harus berjalan menanjak hampir selama setengah hari. Di ujung tanjakan ada sebuah tebing setinggi empat orang dewasa. Di balik tebing itulah, Laut Tinggi berada. Puncak tebing hanya berselisih tinggi satu orang
dewasa dengan muka air Laut Tinggi. Aku tak pernah berani untuk turun ke air di Laut Tinggi karena dasar lautnya juga amat curam. Airnya tampak kelam dan begitu bergejolak. Kadang kala, di musim-musim angin utara datang, air Laut Tinggi terciprat ke balik tebing dan membasahi lembah. Air di Laut Tinggi tidak berasa asin, karena itu, daerah di Utara pulau tampak lebih hijau dari pada sisi Selatan.
Pantai di Laut Rendah lain lagi. Sepanjang tahun di situ selalu mendung dan berangin basah tapi tak pernah hujan. Tanahnya berbatu tanpa karang. Gersang dan suram. Aku selalu tak suka berlama-lama berdiri di sana karena dingin. Ohh.. Aku lupa bilang, asal nama Laut Rendah, hmmm… karena lebih rendah dari Laut Tinggi, tentunya! Untuk ke Laut Rendah, kau harus berjalan setengah hari ke Selatan. Jalannya nyaris datar-datar saja kecuali beberapa ratus langkah menjelang bibir pantai, jalan menurun agak curam walau tak securam jalan ke Laut Tinggi. Satu lagi, tidak ada tebing di Selatan seperti di sisi Utara pulau. Dasar Laut Rendah sampai beberapa ratus langkah tidak terlalu dalam. Aku sering berenang di situ. Airnya yang asin juga lebih mudah membuatku mengambang.
Pulau Oval seakan-akan adalah dataran miring kalau dibayangkan tapi buatku, pulau ini adalah tempat terindah di dunia. Hanya perlu satu hari untuk berjalan dari ujung paling Utara pulau ini ke ujung paling Selatan dan hanya perlu dua hari untuk bepergian dari ujung paling Timur Pulau Oval ke ujung paling Barat.
Pada malam-malam tertentu, kadang kala di Laut Rendah terlihat kerlip lampu di kejauhan. Kata orang-orang tua, itu adalah sisa-sisa kendaraan orang-orang dari peradaban maju di jaman dahulu. Mereka sering kali muncul menghantui nelayan-nelayan dari daratan utama. Aku selalu merinding membayangkan cerita itu.
(bersambung)
Van Halen - Best of Both World
Roger Waters - Amused To Death
Doctor Doctor what is wrong with me
This supermarket life is getting long
What is the heart life of a colour TV
What is the shelf life of a teenage queen
Ooh western woman
Ooh western girl
News hound sniffs the air
When Jessica Hahn goes down
He latches on to that symbol
Of detachment
Attracted by the peeling away of feeling
The celebrity of the abused shell the belle
Ooh western woman
Ooh western girl
And the children of Melrose
Strut their stuff
Is absolute zero cold enough
And out in the valley warm and clean
The little ones sit by their TV screens
No thoughts to think
No tears to cry
All sucked dry
Down to the very last breath
Bartender what is wrong with me
Why I am so out of breath
The captain said excuse me ma’am
This species has amused itself to death
Amused itself to death
Amused itself to death
We watched the tragedy…unfold
We did as we were told
We bought and sold
It was the greatest show on earth
But then it was over
We oohed and aahed
We drove our racing cars
We ate our last few jars of caviar
And somewhere out there in the stars
A keen-eyed look-out
Spied a flickering light
Our last hurrah
And when they found our shadows
Groups ’round the TV sets
They ran down every lead
They repeated every test
They checked out all the data in their lists
And then the alien anthropologists
Admitted they were still perplexed
But on eliminating every other reason
For our sad demise
They logged the only explanation left
This species has amused itself to death
No tears to cry
No feelings left
This species has amused itself to death
Amused itself to death
……………………………………………………..
kapan kita berpihak pada rahayat ?
kita memang membunuh kemiskinan pelan-pelan
Amused itself to death………….
"Mot, pulang, pacaran! besok kan libur," ini kata Mas Gatot.
"Masa masih di kantor? Mo nginep lagi.."
Aku cuma ketawa kecil. Pacaran? Sama siapa? Hari gini masih mikir pacaran? Klo memang masih punya cukup waktu mungkin masih bisa berpikir ke situ.
Lain lagi kata teh Ina, "Udah Mas, ama dia aja. Dari pada gak ada."
Ahh…belum tahu ceritanya dia. Ini perkara "dia" yang satu orang lagi. Sampai sekarang, aku masih ngerasa dalam bayang-bayang dia. Hanya ngerasa..
gak berapa lama setelah Mas Gatot pulang… aku mulai ngantuk
aku nyempetin balik ke ruanganku buat ambil minum karena pantry udah dikunci juga ama Mas Gatot . Sampai di ruang Mas Gatot lagi, aku balik beberes file-file di komputer-komputer yang ada di situ.
gak lama..
aku bahkan gak tahu kapan..
aku udah pegang kemudi mobil. di tempat duduk belakang, suaranya begitu ramai.. wajah-wajah yang pernah aku kenal tapi aku lupa siapa mereka.
beberapa kali aku terobos lampu merah tapi sampai beberapa saat ku tunggu, aku tidak juga dengar sirine polisi. entah ada apa padahal di tiap simpang, aku lihat ada polisi. teman-teman di belakang juga makin ribut. tertawa senang aku ngebut. di samping kiri, aku ingat, Memet duduk tenang lihat jalan sambil beri info kondisi jalan sebelah kiri.
gak lama, aku sampai di kolong Semanggi. Herannya saat keluar kolong, jalan nanjak.
Aku dah di Batu!
ini jalan ke "coban talun".
sampai di talun, begitu keluar mobil, ada wajah-wajah lain yang aku lihat. Itu Mbak Mul, Bayu, Deny bareng Hengky. Ada Mamok, Arif, Bahar, Iman, Rony juga Ema.
Ahh..what ‘d ….!
ada apa ini? semua serba tabrakan. tampaknya aku sudah begitu lelah sampai "dimensi" yang seharusnya berbeda jadi menumpuk begini, begitu pikirku, tapi saat ku tepuk pipiku…sakit!
selang beberapa menit, ada yang datang pake motor. begitu di buka helmnya, "hah! Irul ama Mas Wawan?"
dua sodaraku ini juga datang. ada apa mereka semua berkumpul di Coban Talun?
samar aku dengar lagu ini
…………………………………….
we lay down
and barely made a sound..
wonder you speak to me
love remains and never once again
Saigon Kick - Spanish Rain
……………………………………
Aku jalan, cari asal suara. Ada tiga orang di sana. Perempuan.
semua ku kenal. hanya saja aku lupa nama dua orang. yang bikin heran, "kok ada Ririt? Bukannya dia dikabarkan meninggal di mailist?"
mereka bercanda di pinggir air terjun. 
tapi ini "Sendang Gile" di lombok utara.
(aslinya gambar ini dari http://www.tboeckel.de/EFSF/efsf_wv/java/java_2/urwald-lombok.jpg)
(infonya dari alamat ini
http://www.tboeckel.de/EFSF/efsf_wv/java/java_d.htm)
Aku kalah..
aku akui kata Mas Gatot benar…
aku perlu istirahat.
aku ingat "dia"
di dalam remang pagiku
……………………………………………
Now you’re gone
I can feel my heart is breaking
And I can’t go on
When I think of the love you have taken
White Snake - Now you’re gone
(http://en.wikipedia.org/wiki/Whitesnake)
……………………………………………
everything seems going to fast today..
i don’t even know where i stand and stands for!
i’m slow..
Eagles - Life in The Fast Lane
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.81 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.81 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.114 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.81 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=206.53.51.81 destination=xx.xx.xx.xx
0day 00:36:01 DoS: Tcp Scan Attack source=72.232.234.42 destination=xx.xx.xx.xx
Annihilator - Blackest Day
aku sedang malas nulis neh..
bisa-bisa, tulisanku bisa bikin salah paham.
Dua kali melewati metal detektor dua kali pula aku harus diperiksa. Heran, padahal aku sudah mengeluarkan semua yang berbahan logam dari saku celanaku. Gak mungkin kalau dari kaosku karena gak bersaku. Dan..tiap kali lewat, benda itu selalu
saja menjerit.
Yang luar biasa lagi.. gak ada tempat duduk di ruang tunggu. Aku bahkan harus
ngemper di selasar. Dengar-dengar dari pengeras suara, penerbangan jurusan Jakarta-Surabaya gak dapat nomor tempat duduk di pesawat. Jadi sesuka penumpang mau duduk di mana saja. Mau duduk di lorong kabin penumpang juga silahkan, asal gak mengganggu hilir mudik penumpang lain. Aku agak khawatir, jangan-jangan aku juga bakal naik pesawat dan bakal berebut lahan duduk nantinya. Masih lama memang, masih 40 menit lagi.
Yang jelas, saat ini aku lapar banget. Andai penerbangan dua jam, dengan pendingin udara diatur di angka 20 derajat, bisa-bisa aku ambrug setiba di Mataram.
Dream Theater - Missunderstood
kemari pagi, aku baca berita,
GUNUNG KIDUL, KOMPAS - NES (14) siswa kelas 2 SMP swasta di Playen,
Gunung Kidul, Provinsi DIY, mencoba bunuh diri, Selasa (22/5), sekitar
pukul 14.00, di tempat tidur kamarnya. Anak tersebut berusaha mengkhiri
hidup salah satunya karena malu belum melunasi uang pembayaran study
tour ke Cilacap, Jawa Tengah, sebesar Rp 155.000. Kini ia tengah
menjalani perawatan di RSUD Wonosari, Gunung Kidul.
kemarin siang, aku baca berita, warnet-warnet di malang dirazia perkara pemakaian perangkat lunak bajakan. hari ini, aku baca berita, NTB digucang gempa. ini masih dari media elektronik, belum termasuk berita cetak yang aku baca.
yang aku lihat, ada gejala "pembunuhan massal" rakyat yang kebanyakan berpenghasilan kecil (bukan rakyat kecil atawa rakyat miskin).
kami - yang secara ekonomi, kecil - sering kali ditindas dan mungkin harus hilang. bukannya menghilangkan kemiskinan. orang-orang kaya dengan mudahnya menerima barang-barang pemberian berharga mahal padahal dengan duit mereka, bisa beli sendiri. kok bukan kami yang "kecil" ini yang diberi karena kami memang benar-benar gak mampu beli? sekedar parsel berharga puluhan ribu dengan senang hati kami terima.
terus terang, kami saban hari menghadapi macam-macam pungutan. entah wajib atawa sukarela yang ternyata wajib juga, dengan besaran suka-suka. di kereta, ada kewajiban buat beri duit ke pengamen, jasa tukang sapu privat dan tukang semprot wewangian. belum lagi di jalan, ada setoran ke "silop" yang terang-terangan ngomong, "Gak ada yang salah dengan cara berkendara atawa kendaraan Anda, hanya saja kami sudah seharian berdiri di sini, masa gak minum apa-apa?" ketika kami tanya apa salah kami di jalan. sudah begitu sulitkah rizky buat kami atawa memang dipersulit? "Silop" di jalan juga bagian dari kami. tetapi tidak para koruptor yang bergelimang harta dari menghisap darah kami.
Sekali lagi…
kemiskinan gak bakal hilang
yang hilang adalah kami
orang-orang, rakyat banyak
yang tidak kecil
tapi dikecilkan artinya
oleh para pembuat kebijakan
dan para penggerak negeri
musibah juga hanya untuk kami
karena koruptor bisa beli tempat aman
dengan peluh hasil kerja kami
Redman - I C DEAD PEOPLE
waktu browsing sekedar cari gosip, melepas lelah dari rutinitas gawe..
aku nemu pic ini..
bukan apa-apa andai dia bukan..
bukan masalahku juga klo dia..
gimana suaminya nanti?
mungkin aja dia tipe lelaki yang bangga punya istri yang tubuhnya gampang dinikmati orang banyak..?
hanya mungkin…

sampe sekarang..
aku tuh gak habis pikir..
neh cewe2 begitu pede untuk tampil "…"
pusiiingggg dah!
btw, jadi inget lagu ini
Will some cold woman in this desert land
Make me feel like a real man?
Take this rock and roll refugee
Oooh, baby set me free.
Ooooh, I need a dirty woman.
Ooooh, I need a dirty girl.
Pink Floyd - Young Lust
but ..
in the end i tought
"who cares.. i don’t even knew her!"
all i know is just
her name, cynthiara alona