Surrender
Tuesday, April 29th, 2008Jadi ikutan latah dengan teman-teman dengerin Andra & The Backbone..kehkehkeh..
Trus…
Jadi penasaran juga cari tahu tentang band kedua Andra ini. Jujur aja, dari awal ‘90-an dulu aku memang suka Dewa19 karena olahan gitar Andra yang agak-agak progresif. Sayangnya aku cuma suka beberapa album awal Dewa19, yang terakhir adalah "Terbaik-Terbaik" yang rilis tahun 1996. Setelah album ini, aku ngerasa Dewa19 jadi lemah karena kehilangan jati dirinya.
Semula Andra & The Backbone adalah proyek solo Andra yang justru jadi band baru dengan ras pop rock. Ada rasa J-Pop juga di sebagian musik mereka. Setelah dengerin beberapa lagu, aku ngerasa, pengaruh Foo Fighter (Dave Groll) begitu kuat. Nyaris setiap riff gitar lagu-lagu band ini memiliki nyawa Foo Fighter.
Tapi, dari sekian banyak lagu mereka, yang sering ku dengarkan samapi berulang-ulang, cuma Surrender
Beda banget dengan lagu-lagu lainnya yang cenderung terpengaruh pasar musik saat ini. Lagu ini menonjolkan idealisme Andra yang sering kali tertutup nama besar Dewa19 dan Dani. Banyak orang bilang, bahwa pada awal karir Dewa19 dulu, yang membuat Dewa19 jadi tenar adalah permainan memikat Andra dengan gitarnya bukan Dani!
Surrender begitu mirip dengan "Love Thing" punya Cak Joe. Dengan lagu ini, aku jadi yakin kalau Andra juga mengidolakan Cak Joe. Ada dua lagu lain yang agak sering ku dengar, yang pertama "Lagi…dan Lagi…" dan "Sempurna". Lagu terakhir mengingatkanku jaman keemasan rock dan hair metal dulu. Lagu itu membuatku bernostalgia dengan Harem Scarem dengan lagunya, "Something To Say" yang dirilis di album "Harem Scarem" tahun 1991. Hanya saja aku kurang cocok dengan vokal Dedy di lagu "Sempurna" ini karena suaranya kurang tajam. Terlalu sering menggunakan falseto. Dedy memang bukan Harry Hess!
Andra & The Back Bone - Surrender