Selling The Drama
Bagaimana cara menyiksa orang dengan cara yang paling menyakitkan?
Pertanyaan itu sering kali muncul di benakku saat sedang melamun. Pernah terpikir untuk sebuah jawaban, mendera seseorang dengan pukulan setiap saat setiap menit. Belakangan aku pikir itu bukan cara yang tepat. Suatu kali aku pernah berpikir, seseorang dibius dengan dosis yang ringan dan kemudian seluruh tubuhnya dikuliti perlahan-lahan dan dilanjutkan bahkan pada saat efek bius itu mulai hilang atau bahkan hilang sama sekali.
Kemudian terpikirkan untuk membungkus kepala seseorang dengan sebuah plastik besar transparan dan mengikat kuat di bagian lehernya sehingga bungkusan kepala itu benar-benar terisolasi. Kedua tangan orang itu kemudian diborgol di sebuah tiang di tengah lapangan sehingga saat matahari sedang tinggi, dia bakal kepanasan.
Saat itu aku merasa telah menemukan jawabannya. Sayang gak berapa lama aku juga tidak puas.
"Pasti masih ada cara yang lebih seru lagi!"
Suatu saat, aku sedang "pup" di wc kantor dan seperti sebuah pencerahan aku menemukan sebuah jawaban yang aku pikir saat ini begitu cemerlang tapi ini juga mungkin bakal bersifat sementara. Cara yang ku pikirkan saat itu pernah ku pikirkan saat masih SD dulu…tapi…apa mungkin ya?
Yang perlu ku lakukan adalah, membuat sebuah bola raksasa. Ruang bagian dalamnya berdiameter minimal 30km. Diding bagian dalamnya diwarnai putih dan dapat berpendar. Warna putihnya harus benar-benar putih, kalau perlu lebih putih dari iklan SURF. Dan dinding dalam itu, sama sekali tidak boleh menampakkan tekstur sambungan. Bola itu ditopang di dalam bola lain yang lebih besar. Matriks ruang antara bola diberi cairan agar bola di bagian dalam dapat berputar. Diusahakan sebisa mungkin, bola di bagian dalam mempunyai fungsi giroskop sehingga saat ada perubahan pusat massa sedikit saja, bola itu akan segera menyesuaikan diri. Hasilnya, pusat massa bola itu selalu di bawah. Kemudian, syarat yang lain lagi, ruang sel putih itu haruslah kedap suara dan bersuhu kamar.
Orang yang disiksa dimasukkan ke dalam sel putih tersebut dan didukung dengan makanan dan lain-lain secara berkala. Intinya, orang itu harus tetap dipertahankan untuk hidup di dalam sel putih itu.
Aku hanya bisa membayangkan, orang itu akan melihat sekitarnya berwarna putih, terang, tanpa batas. Dia tidak pernah tahu seberapa besar ruang itu karena setiap kali berjalan, dia tak pernah sampai di ujung ruangdan juga karena efek giroskop bola. Tidak tahu arah karena semua arah terlihat sama. Dia hanya tahu orientasi relatifnya terhadap atas dan bawah, karena masih bisa merasakan gravitasi. Yang dia lihat sebagai warna hanyalah tubuhnya dan makanan yang mungkin ditemui disekitarnya sebagai daya dukung hidupnya. Setiap hari hidupnya adalah "Putih!"
Pada beberapa waktu kemudian, dia akan terserang rasa sendiri yang begitu luar biasa. Sulit tidur karena suasana yang begitu terang. Aku juga punya asumsi, bahkan orang yang dikatakan gila pun bakalan "edan" dan semakin "gendeng" di dalam ruang itu.
Aku berpikir, efek yang sama tidak akan terjadi jika ruang itu dibiarkan gelap sejadi-jadinya. Justru karena gelap dan senyap itu, seseorang akan mengistirahatkan hampir semua indranya.
Kembali ke sel bola putih…
Mari kita bayangkan bersama!
Live - Selling The Drama
September 6th, 2007 at 6:39 pm
aduh mot… u are so amazing and wacko… tapi dari dulu emang u itu “aneh” kok ya? jadi aku ga heran kalo u dapat ide “gila” seperti ini.
September 17th, 2007 at 11:18 am
widhuh! ide ini pan ide cemerlang. kok bisa dianggap ide gila? hehe..
btw, perlu riset mendalam untuk bikin bola seperti itu. jangan dilihat penyiksaannya tapi teknologi apa yang bisa berkembang dari situ. dinding yang berpendar. bola raksasa dengan giroskop. itu kan perlu diteliti. fungsinya pan bukan cuma untuk torture aja toh..
maju pendidikan indonesia!
kita kuasai teknologi
trus aku kuasai dunia
bwahahahahohohoooo….