Another Brick in The Wall
Thursday, February 22nd, 2007bangun pagi ini
aku tiba-tiba ingat satu kebodohanku dulu waktu SMA
alkisah…
lha? kaya hikayat melayu aja, hahaha…
gini lho..
waktu itu aku masih kelas 2.
ujian kimia.
plihan ganda.
soal 60; ini seingatku, banyak amat seh… dan biasanya emang banyak.
waktu 120 menit menurut jam pengawas.
tahu sendirilah, di Indonesia gak ada standar waktu yang jelas.
aku duduk di barisan depan.
gak punya kesempatan buat contek-contekan.
karena meja pengawas bener-bener di depan mejaku.
ada celah seh, antara mejaku dan meja pengawas tapi cuma 50cm mungkin.
tanganku tuh nyampe klo buat ngacak-ngacak mejanya.
it’s time
for just a little sign
it’s time to make the world is mine
lupakan larik-larik barusan.
aku tulis ini sambil dengerin Helloween - just a little sign
mulai ujian.
aku kerjakan
satu…
dua…
tiga…
empat soal…
belum ada masalah sampe belasan soal.
entah nomor berapa, belum 20 ingatku, aku gak ngerti jawabannya.
karena pilihan ganda aku kerjakan soal berikutnya.
ini jadi awal bencana.
aku lupa buat loncat satu nomor di lembar jawaban.
soal - soal yang lain aku kerjakan.
hanya soal tadi yang terlupakan.
aku bukan yang pertama keluar tapi ujian selesai..
tapi masih menyisakan masalah tadi, herannya lembar jawaban bisa penuh.
selang beberapa minggu kemudian.
nilai keluar.
nilaiku 4,xx!!! (aku lupa digit xx)
luar biasa!
kok bisa ya..???
pikirku setelah aku liat.
aku penasaran.
aku komplain ke guru kimia.
seumur-umur aku blom pernah komplain hasil ujian kecuali hari itu.
aku pan selalu berpegang "nilai itu urusan pemberi nilai!"
semula dia bilang
"kmu aja bodoh, masa soal begitu mudah gak bisa."
widhuh!
guru ini luar biasa, pikirku.
setelah aku desak, akhirnya jawabanku dicocokkan dengan kunci jawabannya.
akhirnya ketemu masalahnya.
meleset satu nomor semua setelah nomor belasan tadi.
nomor terakhir salah tapi benar kalau jadi jawaban yang meleset paling awal tadi.
artinya..
klo lembar jawabanku tadi gak meleset, nilaiku sempurna.
100!
aku juga jengkel.
bener aku bodoh!
tapi bukan kimia!
dan guru itu pun menjengkelkan karena begitu mudah menghakimi aku bahwa aku bodoh kimia.
dia pun tercengang.
bahwa anak yang keliatan kucel, jelek begini ternyata…
dia curiga, jangan-jangan aku nyontek.
bukannya beri toleransi, malah mencurigai.
aku tantang dia buat cek ke pengawas atawa temen-temen.
pasti mereka bela aku.
soal pengawas, aku gak perlu khawatir.
mereka berdua pasti ingat aku.
karena aku bikin ribut di kelas kimia tadi waktu ujian.
bukan karena nyontek.
tapi…
aku bermain-main dengan plassfigure gundam di mejaku.
aku nyaris dikeluarkan!
hahaha….
bodohnya, aku maen itu di depan pengawas, yang mejanya bener di depanku (udah cerita ya?)
mereka juga heran..
sayang gak ada ujian perbaikan di sekolahku.
ya sudah..
akhirnya nilai kimiaku saat itu di rapor jeblok.
untung masih terbantu nilai-nilai ujian harian dan laporan praktikum. lebih dari nilai 5 di rapor (skala 10) tapi masih di bawah rata-rata kelas.
hiks…
aku jadi miris klo ingat-ingat itu.
andai semua ujianku meleset satu nomor seperti kimia tadi.
bisa-bisa gak naek kelas aku!
reputasiku pasti jadi anak paling bodoh di kelas.
sejak itu aku jadi benci kimia
(tapi NEM-ku waktu lulus SMA justru paling dibantu ama kimia, sedihnya….)
sejak kuliah aku makin sadar klo cabang sains yang satu ini adalah ilmu sempalan
(monggo dikomentari klo sampeyan org kimia)
buktinya..
di kimia kita diajari gak pernah konsisten dengan satuan yang disepakati bersama
SI misalnya..
kami biasa nyebut
Besaran : Massa
Satuan : kilogram, gram, sma
klo di kimia
Besaran : gram zat terlarut (misalnya)
Satuan : gram juga…???
aneh..???
jadi miris juga.
ternyata pendidikan di Indonesia ternyata cuma begini aja.
pendidikan yang begitu kaku.
usahaku mengerjakan soal yang nyaris 60 tadi tidak begitu berharga.
aku pikir lagi..
sistem pendidikan kita memang begitu bodoh seperti itu ya…?
gak mau ngeliat potensi sebenarnya dari anak didik.
hanya selembar kertas tadi.
tidak ada toleransi buat sedikit kesalahan.
orang-orang di Indonesia juga masih begitu banyak yang mendewakan ijazah.
padahal itu juga selembar kertas.
mungkin juga ada nilai yang beli biar tinggi.
alasannya buat bisa cari kerja.
lho?
memangnya otak kita ini apa.
cuma barang kosong aja.
klo cuma dimanfaatkan buat berpikir beli nilai aja pan percuma.
cuma dimanfaatkan buat berpikir cari kerja juga percuma toh..
pendidikan kita memang gak pernah mengajarkan kita buat memperlihatkan diri kita sebenarnya.
mengasah kemampuan kita sebenarnya.
tapi kenapa masih banyak koruptor yang muncul?
padahal sudah pake zero tolerance.
mungkin..
karena kita terlalu banyak berpikir cari celah buat dongkrak nilai tadi.
mungkin..
karena kita disibukkan cari kerja saja.
mungkin..
mungkin..
karena memang bodoh aja.
makanya..
banyak perusahaan besar (ini soal cari kerja lagii..) yang lebih memilih lulusan luar negeri dari pada produk dalam negeri.
makanya..
bangsa kita begitu mudah dibodohi!
jadi bangsa miskin!
padahal harga-harga kebutuhan di Indonesia terhitung paling mahal di dunia.
listrik..
air..
bahan bakar..
telepon..
komputer..
gula..
beras..
apa lagi ya?
tapi kita masih sanggup beli!
tapi status kita tetap bangsa miskin!
kita gak pernah diajarkan bahwa materi bukan segalanya.
sekarang itu cuma jargon aja.
"liquid dream by liquid tension experiment"
walah sudah sampai lagu barusan ya..??
neh lagu 10.50 menit
padahal sebelum lagu ini
ada..
liquid tension experiment - when the water breaks
waktu putar lagunya 16.57 menit
pendidikan murah.
pendidikan yang menghargai.
pendidikan yang adil.
memang cuma mimpi.
"liquid dream…"
ironisnya lagi..
aku sekarang kerja untuk pemerintah.
di DepDikNas pula!
Pink Floyd - Another Brick in The Wall
